Bupati Monitoring Operasi Pasar Minyak Goreng

by Admin


PEMALANG – Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, Kamis didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala OPD terkait Kamis kemarin (24/2/2021) melakukan monitoring operasi pasar minyak goreng di Pasar Randudongkal.

Selain menyaksikan langsung jalanya operasi pasar minyak goreng yang digelar Diskoperindag Kabupaten Pemalang, pada kesempatan itu Bupati juga melakukan dialog seputar harga minyak goreng dengan beberapa warga yang tengah mengantre.

Dengan adanya operasi pasar tersebut, Bupati berharap bisa memberikan manfaat dan harga minyak goreng bisa cepat stabil sesuai dengan apa yang diharapan oleh masyarakat. Bupati mengatakan, operasi pasar minyak goreng yang digelar pada hari itu merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah peduli dengan masyarakat.

” Barangkali belum bisa menjangkau semua ya ini keterbatasan kami “. ujar Bupati.

Terkait tindaklanjutnya kegiatan tersebut, Bupati menjelaskan pihaknya akan mengikuti kebijakan pusat karena hal itu bukan dari pemerintah daerah saja tapi kebijakan dari pusat.

Kepada semua warga Bupati pesan agar tetap menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi karena saat ini masih dalam situasi pandemi covid 19 dan untuk Pemalang PPKM level 3, karena itu Bupati ajak masyarakat untuk tetap siaga, waspada dan tidak boleh panik tapi tetap siaga dan waspada.

Dikesempatan yang sama, Kepala Diskoperindag Kabupaten Pemalang, Hepi Priyanto mengatakan untuk menyikapi kondisi yang sedang terjadi saat ini, sebagai langkah awal, Pemerintah Pusat memberikan kebijakan regulasi untuk HET- nya (harga eceran tertinggi) Yang kedua, memberikan instruksi kepada petani atau produsen-produsen sawit agar memberikan 30% untuk memperbanyak produksi minyak dan kebutuhan minyak goreng.

Menyinggung soal ketersediaan minyak goreng saat bulan puasa dan lebaran nanti, Hepi mengatakan, kalau pada bulan puasa dan lebaran itu memang karena sentimen pasar, biasanya ketersediaan cukup cuma karena adanya kekhawatiran dan juga banyak warga yang kumpul dan sebagainya,

Untuk mengantisipasi hal itu, pertama, kita melakukan monev yang dilaksanakan secara rutin. Kedua, menjaga agar tidak terjadi adanya penimbunan-penimbunan. karena itulah Pemkab dibawah perintah Bupati mempersiapkan guna mengantisipasi dimomen-momen tersebut sehingga nanti akan bisa berjalan dengan lancar, baik dan tidak ada masalah.

Dalam operasi pasar tersebut, seribu minyak goreng kemasan 1 liter dengan harga Rp. 14 ribu, dalam waktu singkat habis terjual. Dengan menggunakan kupon, warga bisa membeli maksimal 2 kemasan minyak goreng.

sampah di eks Pasar Buah untuk mengolah sampah yang berasal pasar-pasar di sekitarnya.